Jumat, 14 April 2017

Makan Gulai Kambing agar Cepat Gemuk

Gulai merupakan sejenis makanan yang dimasak dengan menggunakan bahan baku berupa daging kambing, sapi, ayam atau jenis daging lain, yang cirri khasnya adalah berkuah santan dan berwarna kuning. Warna kuning gulai berasal dari kunyit yang merupakan salah satu komponen bumbu dalam pembuatan gulai. Sesungguhnya gulai adalah bentuk lain dari kari. Ciri lain dari masakan gulai adalah mengandung minyak dan santan kental. Tentu saja makanan ini bikin cepat gemuk, karena mengandung banyak gizi,sekaligus juga kolesterol sebenarnya.


                Di Indonesia ada bermacam-macam gulai, di antaranya adalah : gulai kambing, gulai sapi, gulai rampon (berasal dari Aceh, berbahan baku udang), gulai banak (berasal dari Sumatra, biasanya berbahan baku otak sapi), gulai tempe (berasal dari Rembang, Jawa Tengah, biasanya berbahan baku temped an balungan, berupa tulang kambing, tulang sapi, tulang ayam). Dari semua jenis gulai tersebut, gulai kambing adalah yang paling popular.
                Tidak hanya di Indonesia, masakan gulai juga dapat ditemukan di negara-negara lain, seperti negara lain, seperti India dan China. Gulai di India biasanya menggunakan ikan dan bumbunya khas India, santannya pun lebih kental. Pada gulai China, kuahnya berasa asam yang berasal dari penggunaan jeruk nipis dan asam jawa. Bahan yang digunakan juga berbeda dari gulai biasanya, yaitu menggunakan kepala ikan.
Pentingnya Daging untuk Kesehatan
                Komposisi daging relative mirip satu sama lain, terutama kandungan proteinnya yang berkisar 15-20 persen dari berat bahan (Tabel). Protein merupakan komponen kimia terpenting yang ada di dalam daging. Protein yang terkandung di dalam daging, seperti halnya protein susu dan telur, sangat tinggi mutunya, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh siapa pun.
                Protein daging lebih mudah dicerna dibandingkan dengan protein yang bersumber dari bahan pangan nabati. Nilai protein daging yang lebih tinggi disebabkan oleh kandungan asam-asam amino esensialnya yang lengkap dan seimbang. Asam amino esensial merupakan pembangun protein tubuh yang harus berasal dari makanan (tidak dapat dibentuk di dalam tubuh). Dengan demikian kelengkapan komposisi asam amino esensial merupakan penting penciri kualitas protein.
                Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, daging juga dapat dikonsumsi dalam berbagai produk olahan, seperti gulai. Akibat proses pengolahan dan komponen bumbu yang digunakan, maka gulai memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan daging segarnya.
                Daging juga mengandung kolesterol, walaupun dalam jumlah yang relatif lebih rendah dibandingkan bagian jeroan maupun otak. Kadar kolesterol daging adalah sekitar 500 miligram/100gram, lebih rendah dibandingkan kolesterol otak (1.800-2.000 mg/100 g) ataupun kolesterol kuning telur (1,500 mg/100 g). oleh karena itu, penggunaan bagian daging dalam pembuatan gulai, akan jauh lebih baik daripada penggunaan bagian jeroannya.
                Dalam jumlah tertentu, kolesterol tidak perlu ditakuti karena sangat bermanfaat bagi tubuh. Kolesterol berguna untuk menyusun jaringan otak, serat saraf, hati, ginjal, dan kelenjar adrenalin. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormone steroid, yaitu progesteron, estrogen, testosteron, dan kosrtisol. Hormon-hormon tersebut diperlukan untuk mengatur fungsi dan aktivitas biologi tubuh. Dengan demikian kadar kolesterol yang sangat rendah di dalam tubuh dapat mengganggu proses menstruasi dan kesuburan, bahkan dapat  menyebabkan kemandulan, baik pada pria maupun wanita.
                Daging juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik. Secara umum, daging merupakan sumber mineral kalsium, fosfor dan zat besi, serta vitamin B kompleks (niasin, riboflavin, dan tiamin), tetapi rendah kadar vitamin C. Hati yang lebih dikenal sebagai jeroan mengandung kadar vitamin A dan zat besi yang sangat tinggi. Zat besi sangat dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin darah yang berguna untuk mencegah timbulnya anemia. Anemia akan berdampak buruk bagi tubuh, seperti lesu, letih dan lelah, tidak bergairah, dan tidak mampu berkonsentrasi, sehingga pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja.
                Pemasakan dengan menggunakan panas sangat bermanfaat untuk mematikan mikroba, dan meningkatkan cita rasa daging. Proses pemasakan daging tidak terlalu berpengaruh terhadap kadar protein, serta beberapa jenis vitamin seperti thiamin, riblovasin, niasin, dan asam pantotenat. Bila daging dimasak dengan menggunakan air, maka banyak vitamin, mineral, dan asam amino yang akan terlarut di dalam kaldunya. Dengan demikian kaldu memiliki nilai gizi yang cukup baik, sehingga bagus untuk dikonsumsi.
Pentingnya Bumbu dalam Gulai
                Bumbu-bumbu yang digunakan dalam memasak gulai merupakan rempah-rempah yang kaya akan zat gizi, seperti vitamin dan mineral. Selain itu, bumbu-bumbu tersebut juga mengandung nongizi yang penting untuk kesehatan.
                Pada ketumbar, lada, dan bawang merah terdapat senyawa saponin dan flavonoid. Kedua senyawa tersebut merupakan komponen nongizi yang dapat berperan sebagai antioksidan. Perannya sebagai antioksidan dapat menetralkan radikal bebas yang mengganggu kesehatan. Selain itu, saponin dan flavonoid juga dapat menurunkan kolesterol. Cara kerjanya, yaitu dengan menghambat penyerapan kolesterol oleh tubuh dan meningkatkan ekskresinya dari dalam tubuh melalui tinja.
                Senyawa allisin pada bawang putih juga berperan sebagai antioksidan sehingga juga dapat berperan sebagai antikanker. Sedangkan kandungan minyak atsiri pada jahe dapat menghambat perumbuhan mikroba atau bakteri yang menyebabkan makanan cepat basi atau busuk. Oleh karena itu, jahe dapat dijadikan sebagai pengawet alami makanan yang tidak akan berbahaya untuk kesehatan.
                Kunyit merupakan bumbu paling penting dalam pembuatan gulai. Hal itu dikarenakan warna kuning dari kunyit dapat membuat warna kuah gulai menjadi kuning dan itu merupakan cirri khas dari masakan gulai. Kunyit mengandung komponen nongizi penting, yaitu senyawa kurkumin yang dapat berperan sebagai antioksidan dan antikanker. Senyawa tersebut dapat menghambat kerja enzim yang menyebabkan peradangan jaringan tubuh. Senyawa kurkumin dalam kunyit juga mampu menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri atau virus penyebab infeksi dan penyakit.
Nilai Gizi Gulai Kambing
          Nilai gizi gulai kambing sangat bervariasi satu sama lain, tergantung  kepada bagian daging yang digunakan (daging berlemak atau tidak berlemak), jenis santan (santan kental atau santan encer), jenis dan jumlah bumbu, cara pengolahan, dan tentu saja cara penyajiannya. Penggunaan jeroan dan santan kental, tentu saja akan berpengaruh kepada kadar lemak dan kolesterol gulai. Jenis dan kelengkapan bumbu, selain berpengaruh kepada cita rasa, juga berpengaruh kepada kadar vitamin dan mineral gulai.
                Secara umum komposisi gizi per 100 gram gulai kambing dapat dilihat pada Tabel. Jika satu porsi gulai kambing beratnya 200 gram, maka komposisi gizi yang diperoleh adalah: energi 252 kkal; protein 8,4 gram; lemak 18,8 gram; karbohidrat 12,4 gram; kalsium 90 mg; fosfor 146 mg; natrium 604 mg; kalium 276 mg, dan vitamin A 302 mcg. Komposisi gizi tersebut telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kebutuhan zat-zat gizi seseorang dalam sehari.

Baca juga madu penggemuk badan
 
Tabel komposisi Gizi per 100 Gram Daging Sapi, Kambing dan Ayam
ZAT GIZI
DAGING SAPI
DAGING KAMBING
DAGING AYAM
Energi (Kal)
207
154
302
Protein (g)
18,8
16,6
18,2
Lemak (g)
14
9,2
25
Karbohidrat (g)
0
0
0
 Kalsium (mg)
11
11
14
Fosfor (mg)
170
124
200
Besi (mg)
2,8
1
1,5
Vitamin  A (RE)
9
0
278
Vitamin B (
0,08
0,09
0,08
Vitamin C (mg)
0
0
0
Air (g)
66
70,3
55,9








Tabel Kompisi Gizi Per 100 Gram Gulai Kambing
ZAT GIZI
KADAR
Energi (kkal)
126
Protein (g)
4,2
Lemak (g)
9,4
Karbohidrat (g)
6,2
Kalsium (mg)
45
Fosfor (mg)
73
Besi (mg)
1,3
Natrium (mg)
302
Kalium (mg)
138
Tembaga (mg)
0,2
Seng (mg)
1,1
Vitamin A(RE)
151
Vitamin B1 (mg)
0,13
Air (g)
78,4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar