Sabtu, 25 Maret 2017

Nasi Uduk untuk Menambah Berat Badan

Secara harfiah, nasi uduk berarti nasi yang dicampur. Dikatakan demikian karena nasi uduk terbuat dari bahan dasar nasi putih yang diaron dan dikukus bersama-sama dengan santan kelapa dan aneka bumbu. Pembuatan nasi uduk memerlukan bahan-bahan yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama dibandingkan memasak nasi biasa. Selain itu, nasi uduk juga membutuhkan pemakaian lauk tambahan yang lebih beragam dibandingkan nasi biasa. Hidangan serupa nasi uduk, juga dapat ditemukan di Malaysia, Brunei, Singapura, dan Thailand Selatan, yaitu yang disebut dengan nasi lemak.
                Pada dasarnya, nasi uduk merupakan nasi rames,yang berarti nasi yang disantap beserta berbagai macam lauk pendamping. Tentu saja ini dapat menambah berat badan jika dimakan setiap hari. Ada dua versi tentang sejarah nasi uduk. Versi pertama menyatakan nasi uduk merupakan kuliner Betawi asli, yang telah dijadikan ikon dari Kota Jakarta. Versi kedua menyebutkan nasi ini berasal dari kuliner India yang dibuat dari beras basmati.
                Nasi uduk dapat dinikmati kapan saja, bisa untuk sarapan, makan siang maupun makan malam. Oleh karena itu warung nasi uduk ada yang buka hingga malam hari. Pada malam hari, warung nasi uduk ada yang buka hingga malam hari. Pada malam hari, biasanya nasi uduk dijual di warung pecel lele, yaitu warung yang menjual nasi uduk beserta lauknya, seperti : lele, ikan mas, ayam bakar, ayam goreng dan lain-lain.
Ragam Nasi Uduk
                Nasi uduk merupakan hidangan popular untuk komuter sibuk di Jakarta, terutama karena harganya yang terjangkau. Hidangan ini dapat ditemukan sepanjang hari di beberapa warung pinggir jalan.
                Ada banyak warung yang secara eksklusif hanya menjual nasi uduk di pagi, siang, atau malam hari, tergantung pada demografi daerah sekitarnya. Warung yang terletak di dekat perumahan biasanya hanya buka di pagi hari, yang dijual di sekolah biasanya hanya buka di pagi hingga siang hari, sedangkan yang dekat perkantoran biasanya buka pada siang hingga malam hari.
                Dalam penyajiannya, nasi uduk biasanya dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut dan ditaburi bawang merah goreng di atasnya. Komponen nasi sangan menentukan enak tidaknya nasi uduk. Nasi dengan rasa gurih dan aroma harum ini disajikan dengan aneka lauk pelengkap.
                Jenis lauk yang biasanya digunakan sangat bervariasi, seperti telur (telur dadar, irisan telur dadar, telur balado, telur rebus dalam saus sambal), empal (sapi goreng), ayam goreng atau suwir, abon, teri kacang (campuran ikan teri dengan kacang tanah), bihun goreng, semur jengkol , tempe goreng atau kering tempe, emping goreng, tahu goreng, perkedel kentang, perkedel jagung, sambal goreng kentang, kerupuk, timun, sambal dari kacang, serta bawang goreng yang ditaburkan di atas nasi.


Kandungan Gizi
          Bahan baku utama nasi uduk adalah beras yang dimasak dengan santan. Beras merupakan sumber karbohidrat yang di dalam tubuh akan dimetabolisme menjadi glukosa. Glukosa secara terus-menerus disuplai ke otak, sebagai sumber energi utama. Serat yang terdapat pada beras membantu mengatur pelepasan glukosa ke dalam tubuh. Beras juga mengandung aneka vitamin B, yang menyehatkan sistem saraf.
                Pemakaian santan menyebabkan rasa masakan menjadi lebih sedap dan gurih, dengan aroma khas kelapa yang harum (berasal dari senyawa nonylmethyketone). Dalam pembuatan nasi uduk digunakan jenis santan encer, bukan santan kental seperti yang biasa digunakan dalam pembuatan rendang, aneka kue, dan dessert. Keuntungan penggunaan santan encer adalah mengandung lemak lebih sedikit, sehingga lebih menyehatkan.
                Kandungan zat gizi per porsi nasi uduk tentu sangat beragam sekali, tergantung kepada komposisi bahan yang digunakan, cara pengolahan, dan cara penyajiannya. Semakin komplit penyajian nasi uduk, tentu saja akan semakin beragam dan tinggi kandungan zat gizinya. Oleh karena itu, sangat sulit untuk menentukan nilai gizi nasi uduk secara pasti.
                Secara umum kandungan gizi per 100 gram nasi uduk dapat dilihat pada Tabel. Nasi uduk merupakan sumber energi, protein, lemak, aneka vitamin, dan aneka mineral. Komposisi zat gizi tersebut cukup dapat diandalkan untuk mendukung aktivitas fisik seseorang. Namun, komposisi gizi tersebut dapat ditingkatkan dan dibuat lebih menyehatkan, yaitu dengan cara mengubah komposisi bahan dan cara pengolahannya.
Baca juga: Madu Penggemuk Badan 

Upaya Meningkatkan Nilai Gizi
          Pada umumnya beras yang digunakan untuk membuat nasi uduk adalah beras putih. Untuk memperbaiki nilai gizinya, beras putih dapat diganti dengan beras merah. Di samping menambah daya tarik dari segi penampakan, beras merah juga akan menambah nilai gizi nasi uduk.
                Memasak nasi uduk beras merah memang lebih sulit dibandingkan nasi uduk biasa. Kandungan serat yang lebih tinggi dalam beras merah menyebabkan proses pemasakannya membutuhkan waktu yang lebih lama dari beras biasa. Beras merah juga membutuhkan santan dua kali lipat dibandingkan dengan beras putih, namun, dengan cara yang tepat, beras merah akan mudah dimasak serta kandungan gizinya tidak hilang.
                Di samping mengganti beras putih dengan beras merah, kita juga bisa mengganti air untuk mengukus beras putih dengan sari bayam. Bayam kaya akan vitamin (A,C, dan E) dan mineral (besi, natrium, kalium, magnesium, mangan, seng, dan kalsium). Oleh karena bayam merupakan sayuran hijau, maka nasi uduk yang dihasilkan akan berwarna kehijauan, sehingga dapat menambah daya tarik dari nasi uduk itu sendiri. Tip ini juga bisa diterapkan bagi mereka yang kurang begitu suka mengonsumsi sayuran 
Tabel Kandungan Zat Gizi per 100 Gram Nasi Uduk
ZAT GIZI
KADAR
Energi (kkal)
118
Protein (g)
2,1
Lemak (g)
1,5
Karbohidrat (g)
23,5
Serat Pangan (g)
0,6
PUFA* (g)
0,1
Natrium (mg)
1
Kalium (mg)
37
Magnesium (mg)
12
Kalsium (mg)
3
Fosfor (mg)
34
Besi (mg)
0,3
Seng (mg)
0,4
*)PUFA = Asam lemak tak jenuh ganda
Sumber : Nutisurvey Indonesia (2005)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar