Minggu, 05 Februari 2017

Sayur Asem Nikmat bikin Naik Berat Badan


Sayur asem adalah masakan sejenis sayur khas Indonesia. Masakan ini menyerupai tom yam, yang merupakan masakan Thailand, walau sayur asem lebih menggunakan sayur-sayuran daripada makanan laut. Ada banyak variasi local sayur asem seperti sayur asem Jakarta, sayur asem kangkung, sayur asem Sunda, sayur asem Sunda, sayur asem sunti, sayur asem klentang, dan sayur asem ikan asin. Variasi ini berbeda pada jenis dan bumbu yang digunakan.

                Sayur asem merupakan makanan yang sangat merakyat, tidak hanya digemari oleh suku Sunda Jawa Barat, tetapi juga oleh berbagai suku lain di bumi pertiwi. Sayuran ini juga digemari oleh lintas status social, yaitu dari kalangan atas hingga menengah ke bawah. Kombinasi rasa makanan yang manis dan asam ini sangat menyegarkan, sehingga cocok jika dipadukan dengan lauk kering lainnya, seperti ikan goreng dan lalapan. Sayur asem juga sering disajikan dengan sambal.
Bahan-bahan
                Asam jawa memiliki peranan penting dalam membentuk cita rasa sayur asem. Selain asam jawa, bahan-bahan yang sering digunakan untuk membuat sayur asem adalah kacang panjang, jagung muda, keluwih, nangka muda, melinjo, dan labu siam. Ada juga yang senang menggunakan belimbing sayur dalam masakan ini.
Asam jawa. Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia, antara lain provitamin A dan vitamin C, mineral kalsium, Fosfor dan kalium, serat, asam sitrat, asam malat, asam tartrat, asam suksinat, pectin, dan gula invert. Kombinasi asam-asam organic inilah yang memberikan rasa asam yang segar alamiah, sehingga asam jawa sering dipakai sebagai bumbu dalam masakan dan minuman (sari asem).
                Kacang panjang. Sayuran ini kaya akan klorofil (pemberi warna hijau) yang penting untuk kesehatan. Kacang panjang juga sumber protein dan serat yang baik. Seratnya berkontribusi terhadap penurunan kolesterol dan memperpendek waktu transit makanan di dalam usus (mengatasi masalah sembelit). Tak ketinggalan pula sebagai sumber protein dan serat yang baik. Seratnya berkontribusi terhadap penurunan kolesterol dan memperpendek waktu transit makanan di dalam usus (mengatasi masalah sembelit). Tak ketinggalan pula sebagai sumber vitamin A, B, C, asam folat, dan mineral fosfor, kalsium, magnesium, kalium, mangan, zat besi. Vitamin B6 dan asam folatnya berkhasiat menurunkan kadar homosistein dalam darah. Kadar homosistein yang tinggi berisiko kepada terjadinya ateroklerosis, stroke,dan serangan jantung. Untuk mencegah kehilangan vitamin dan mineral yang banyak ketika dimasak, maka kacang panjang sebaiknya tidak dipotong-potong terlalu pendek.
                Jagung muda. Biji jagung kaya akan karbohidrat. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80 persen dari seluruh bahan kering biji. Selain karbohidrat, jagung muda mengandung pigmen zeaxanthine, pemberi warna kuning yang juga bermanfaat bagi kesehatan.
                Belimbing sayur. Belimbing sayur, belimbing wuluh, belimbing buluh, atau belimbing asam, memiliki berbagai kandungan kimia, antara lain saponin, tannin, glukosid, kalsium oksalat, sulfur,asam format, peroksidam dan kalium sitrat. Belimbing wuluh dikenal efektif meredakan sariawan. Kandungan C yang lumayan tinggi (25,8 mg / 100 gram) mampu membantu mengeringkan luka sariawan. Efek farmakologis belimbing wuluh di antaranya diuretik (peluruh kencing), antiradang, astringen, memperbanyak pengeluaran empedu, dan meredakan rasa sakit.
                Keluwih. Biji keluwih memiliki banyak kandungan gizi, proteinnya 20 persen lebih tinggi daripada protein sayuran pada umumnya. Biji keluwih mengandung banyak lemak seperti buah chesnut. Kandungan gizi keluwih muda dalam beberapa hal lebih tinggi dibandingkan nangka muda. Kandungan niasin (Vitamin B), kalium, dan karbohidrat keluwih lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada kacang-kacangan.
                Nangka Muda. Buah nangka kaya akan energy, mineral, dan vitamin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Kandungan kalsium (20 mg), fosfor (19 mg), dan zat besi (0,9 mg) sangat bermanfaat sebagai antioksidan, antikanker, memperkuat tulang dan gigi, serta melancarkan pencernaan.
                Melinjo. Penelitian di Jepang melaporkan bahwa melinjo termasuk tumbuhan purba yang secara evolusi dekat dengan tanaman ginkgo biloba. Ginkgo dipercaya sebagai tonik otak karena memperkuat daya ingat. Daun ginkgo juga punya khasiat antioksidan kuat dan berperan penting dalam melawan radikal bebas penyebab penuaan dini dan pikun. Penelitian dari Osaka Prefecture University Jepang menunjukkan biji melinjo mengandung senyawa fenolik yang memilki aktivitas antioksidan setara dengan antioksidan sintetik BHT (butylated hydroxytolune).
                Labu siam. Labu siam mempunyai khasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Sayuran ini tergolong makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah, karena memilki rasio kalium: natrium yang tinggi. Setiap 100 gram buah labu siam mengandung rasio kalium : natrium dengan perbandingan 62 : 1. Suatu bahan pangan dikatakan sehat, jika paling tidak mengandung rasio kalium : natrium sebesar 5 : 1. Selain itu, labu siam juga diketahui memilki efek diuretic, sehingga mampu menurunkan kadar garam di dalam darah melalui pembuangan air seni. Berkurangnya kadar garam akan meringankan kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan darah akan menurun. Efek diuretic dari labu siam bersifat baik bagi penderita asam urat, sehingga kelebihan asam urat dapat segera dikeluarkan dari dalam tubuh.
Kandungan Gizi
                Tip supaya kuah sayur asem lebih segar dengan memperhatikan cara mengulek atau menggerus bawang. Bawang tidak perlu digerus hingga telalu halus. Setelah itu, bumbu sebaiknya tidak dimasukkan begitu saja ke dalam adonan, tetapi cukup dengan cara diperas. Dengan cara ini akan menghasilkan kuah yang bening dan bisa disruput sampai habis tanpa takut ada gangguan bumbu yang nyangkut di gigi.
Kandungan gizi pada sayur sangat tergantung kepada bahan-bahan yang digunakan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Secara umum, komposisi zat gizi per 100 gram sayur asem dapat dilihat pada Tabel. Oleh karena banyak bahan yang terlibat dalam pembuatan sayur ini, maka komposisi gizinya menjadi komplit. Di dalamnya terkandung protein, lemak karbohidrat, serat pangan, aneka mineral (kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan seng), aneka vitamin (C, B1, B2, dan provitamin A).
Oleh karena itu, hidangan masakan Sunda yang terdiri dari sepring nasi, seekor ikan panggang, semangkuk sayur asem, yang ditambah dengan sambal, kerupuk, dan lalapan, sudah memberikan sumbangan gizi yang baik bagi tubuh. Warna-warni yang muncul dari semangkuk sayur asem menunjukkan bahwa hidangan ini sangat menyehatkan, karena komposisi gizinya saling melengkapi satu sama lain. Setiap warna pada bahan menunjukkan keberadaan minimal satu komponen fitromkimia yang berguna untuk pencegahan satu atau beberapa penyakit tertentu. Oleh karena itu, sertakan selalu sayur asem dalam pola makan kita sehari-hari.
Baca juga: Madu Penggemuk Badan
Tabel Komposisi Gizi Per 100 Gram Sayur Asem
KOMPOSISI GIZI
KADAR
KOMPOSISI GIZI
KADAR
Energi (kkal)
49
Fosfor (mg)
45
Protein (g)
1,8
Kalium (mg)
164
Lemak (g)
2,7
Natrium (mg)
5
PUFA (g)
0,6
Seng (mg)
0,3
Karbohidrat (g)
5,7
Vitamin C (mg)
13
Serat (g)
1,5
Vitamin A (mg)
80
Kalisum (mg)
37
Vitamin B1 (mg)
0
Besi (mg)
0,6
Vitamin B2 (mg)
0,1
Magnesium (mg)
25
Vitamin B6 (mg)
0,1
Sumber : Nutrisurvey Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar