Tampilkan postingan dengan label cara menaikkan berat badan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara menaikkan berat badan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2017

Semur Bergizi dapat Menaikkan Berat Badan



Semur
                Kata semur berasal dari bahasa Belanda, smoor, yang artinya masakan daging yang direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan. Masakan ini merupakan tradisi kuliner Indonesia yang telah melebur dengan resep masakan Belanda, China, dan India.

Kamis, 02 Februari 2017

Cara Menaikkan Berat Badan dengan Makan Rawon


Rawon merupakan masakan tradisional khas Indonesia yang berasal dari Jawa Timur. Wisatawan asing biasanya menyebut rawon sebagai the black soup, karena kuahnya yang hitam akibat penggunaan kluwak. Dewasa ini, seni memasak rawon dan budaya makan rawon telah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia. Dapat dikatakan, tidak ada daerah yang tidak mengenal rawon.

Rabu, 18 Januari 2017

Sering Makan Ketupat Sayur Salah Satu Cara Gemuk


Mendengar kata “ketupat”, maka pikiran kita langsung melayang pada momentum lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Pada suasana lebaran tersebut, ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, guke kambing, sate ayam atau kambing, sert sup ayam atau kambing. Beberapa keunggulan ketupat dibandingkan nasi adalah: teksturnya lebih lunak, bentuknya lebih menarik, serta lebih awet untuk disimpan pada suhu ruang.

Kamis, 12 Januari 2017

Keredok dan Gado-gado Cara Cepat Gemukin Badan




                Pernahkah anda mencicipi keredok, gado-gado, ketoprak, lotek urap, atau pecel? Jika pernah atau bahkan sering, berarti anda telah memperoleh zat gizi yang lengkap dan variatif, suatu modal dasar untuk hidup sehat dan produktif serta cara menaikkan berat badan.

Rabu, 11 Januari 2017

Cara Menaikkan Berat Badan dengan Ikan Pindang


Ikan Pindang Makanan Penggemuk Badan
Di Indonesia, pemindangan tersebar di banyak wilayah. Produsen tersebar (68,43 persen) adalah di jawa; 15,34 persen di Sumatera; 12,25 persen di Bali dan Nusa Tenggara; 3,39 persen di Sulawesi, dan 0,04 persen di Kalimantan.